24 April 2016

Me Time

Udah lama banget nih ga ngepost artikel ato dagang ato curhat tentang masalah kehidupan...hahaha....
Lama ga ngeblog jadi bingung mau ngeblog apa, curhat aja boleh kali ya? hehehe....
Antara lagi suntuk dan pusing aja sih, ga ada hal yang penting sih, (*terus ngapain curhat mending diem aja deh....hahaha). Di rumah ga ada yang diajakin ngomong, ga punya pacar (*kekasihku masih ditangguhkan....hehehe...) dan temen-temenku juga udah pada nikah, aku ditinggalin (*buruan nyusul biar ga kesepian....hahaha).

Oke..oke...sekarang aku mau cerita tempat kerjaku yang baru. Tempatnya asiik banget, bikin aku kerasan deh disana, kayak rumah aku sendiri. Karena memang kantornya di rumah Pak Bos...hohoho. Ternyata enak yah punya kantor di rumah. Serasa kita yang punya rumah, terus orang yang punya rumah welcome pula. Aduuh Ibuk dan bapak anakmu kangen sama kalian. Kalo begini jadi homesick nih, jadi pengen pulang ke kampung halaman. Udah lama juga sih ga pulang jenguk Ibuk dan Bapak yang ada di Madiun. Oh ya aku belum bilang yah, aku sekarang dimana? Aku sekarang lagi merantau di Kota Pahlawan. Aku sedang mengadu nasib di Kota Suro lan Boyo alias Suroboyo...hahaha...

Go back to topic! Orang di kantorku tuh baik-baik banget apalagi Mb Irma, asik banget orangnya. Kalo ga ada Mb Irma kayak iklan tuh "Ga ada Loe ga rame"...hahaha. Loh iya beneran, pernah aku ditinggalin Mb Irma, waktu Mb Irma sakit, duuuhh kantor rasanya sepi banget, kayak ga ada penghuninya. Apa mungkin karena aku masih baru ya jadi belum bisa banget beradaptasi. Ada lagi nih Mas Fahmi, lucu juga ternyata orangnya, walaupun kadang-kadang aku juga ga nyambung sama omongannya...hahaha. Tapi tenang orang e ga menakutkan kok, cuma kalo lagi kerja keras banget, orangnya bisa marah kalo di gangguin...hahaha. Ya iyalah namanya juga kerja apalagi dia di bagian desain yang butuh konsentrasi tingkat dewa...hohoho....

Lanjut yang terakhir. Loh kok yang terakhir? Iya soalnya di kantorku cuma ada 4 orang untuk yang bagian officenya. Untuk yang terakhir jjjengg.....jjjeng....jjjjenngg....siapa ya kira? Kalo ada yang bisa nebak tak kasih apa ya? Kasih salaman aja...hahaha...(*pasti ga ada yang mau). Oke deh aku kasih tahu yah. Si Pak Big Bos...hahaha. Jangan dikira tua yah, orangnya tuh muda banget, bahkan lebih muda dari aku tapi dia udah bisa jadi bos di perusahaan walaupun belum bisa dikatakan besar. Tapi dia udah punya rumah dan punya mobil. Woow banget ga sih? Kalo buatku woow banget, selain dia masih muda dan dia juga heemmmm...hahaha. Apa itu maksudnya heemmmm? hahaha. Ada deh, mau tau aja...hehehe. Menurutku dia sih orangnya cuek but charismatic, kurang peka tapi good boy dan galak but suka bercanda juga ternyata. Nama? Nama? Siapa sih namanya? Oh ya namanya, masih rahasia dong, nanti terbongkar dong rahasiaku siapa yang aku tulis ini...hahaha. Aku dah kagum sama orang ini sejak pertama kali interview, aku dah ngrasa dia big bos banget pokoknya. Waktu kumpul-kumpul He can become himself tapi kalo udah kerja, haduuh galak dan seriusnya itu loh yang bikin aku ngrasa something sama orang ini. Bukan naksir tapi kagum loh ya. Tapi kalo udah ngasih kerjaan aduuuhhh berjibun dah, tapi aku sendiri sih yang minta karena aku orangnya ga suka nganggur waktu kerja. Mending aku tidur daripada nganggur...hahahaha...

Oke syudah dulu yah curahan hatiku tentang tempat baruku. Semoga kita bisa bertemu di lain hari. Dimana aku udah punya pacar ato suami (*kalo ada sih...hahaha. Pasti ada lah). Oke keep positive thinking ya dear. Biar kita bisa menikmati hidup yang udah diberikan oleh ALLAH SWT. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

16 September 2015

Kemunculan dan Eksistensi Kaum Miskin Kota

Kemunculan dan Eksistensi Kaum Miskin Kota

Kaum miskin kota ialah gelandangan dan pengemis. Gelandangan adalah satu dari banyak elemen penghuni kota banyak telah ada sejak awal abad ke-20. Mereka memanfaatkan los-los pasar, stasiun dan makam sebagai tempat tidur mereka. Menurut Justin M. Sihombing (2005:79). Munculnya gelandangan secara struktural dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang menimbulkan dampak berupa terasingnya sebagian kelompok masyarakat dari sistem kehidupan ekonomi. Kaum gelandangan membentuk sendiri sistem kehidupan baru yang kelihatannya berbeda dari sistem kehidupan ekonomi kapitalis. Munculnya kaum gelandangan ini diakibatkan oleh pesatnya perkembangan kota yang terjadi secara pararel dengan tingginya laju urbanisasi.

Kelompok selanjutnya adalah pengemis. Pengemis itu dapat dikategorisasikan menjadi 3 golongan. Pertama, orang yang menjadi pengemis karena miskin, sakit dan cacat. Kedua, adalah orang yang menjadi pengemis sebagai profesi, dan masih memiliki kesehatan yang prima. Ketiga, adalah orang yang menjadi pengemis karena menderita penyakit menular.

Para pendatang yang menjadi gelandangan dan pengemis datang ke kota kebanyakan hanya bermodalkan peruntungan, mereka datang tanpa modal, tanpa adanya relasi atau kerabat dan tidak punya keterampilan yang memadai. Namun tidak menutup kemungkinan juga bagi mereka yang meskipun punya relasi ataupun keterampilan dapat hidup lebih baik, mereka pun bisa masuk dalam kaum miskin apabila kalah dalam menjudikan nasib mereka di kota. Biasanya pendatang yang punya cukup modal yang punya kesempatan untuk memperoleh nasib baik.

Kemunculan kaum pengemis dan gelandangan tidak bisa dilepaskan dari akibat berkembangannya sebuah kota. Apalagi untuk kota metropolis sekelas Jakarta. Di Jawa, kota-kota lain seperti Surabaya, Bandung, Semarang juga lambat laun akan seperti Jakarta. Namun jika pembangunan tidak diikuti dengan perbaikan taraf kehidupan untuk manusianya, kota metropolis akan menjadi tidak sebenarnya. Maksudnya jumlah penduduknya sudah mencapai jutaan jiwa, namun tetap tidak dapat memberikan pelayanan sebagaimana layaknya kota metropolis. Lantas julukan yang lebih tepat untuk disandang adalah “miseropolis”, alias kota yang bergelimang kesengsaraan, semrawut tak terkendali, miskin dengan fasilitas dan unilitas kota, mengakibatkan penderitaan bagi warganya.

Di kota kaum miskin berusaha bertahan hidup dengan cara-cara yang dapat mereka lakukan semampunya.  Mereka hidup menempati tanah-tanah pemukiman yang bukan milik mereka. Tanah-tanah tersebut adalah milik tuan-tuan tanah atau milik pemerintah (negara). Tanah-tanah negara yang kosong umumnya terdapat disepanjang rel kereta api, di sepanjang tepi atau bantaran sungai, di daerah rawa-rawa dan paya-paya, di sekeliling stasiun kereta api, di sekeliling pasar, dan di sekeliling pekuburan umum.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama kebutuhan primer seperti makan, minum, pakaian, tempat, tinggal, kebersihan badan, dan sebagainya. Saat mereka tidak dapat atau tidak mampu bekerja di sektor formal, maka mereka mencari kerja di sektor informal, misalnya saja menjadi pedagang asongan atau pedagang kaki lima. Adanya sektor informal dalam kehidupan kota juga menyebabkan adanya pola patron-klien dalam pengorganisasian kehidupan sosial, ekonomi, politik yang berlaku di luar jalur-jalur kehidupan formal atau resmi.

Sumber :

Budiharjo, Eko. Percikan Masalah Arsitektur, Perumahan, Perkotaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 1987.

Margarana, Sri dan M. Nursam, ed., Kota-Kota di Jawa: Identitas, Gaya Hidup dan Permasalahan Sosial. Yogyakarta: Penerbit Ombak. 2010.

Suparlan, Pasurdi. Masyarakat & Kebudayaan Perkotaan Perspektif Antropologi Perkotaan. Jakarta: Penerbit YPKIK. 2004.


Hidupmu

Hidupmu

Apa yang kau pikirkan dalam hidup?
Apa yang kau pilih dalam hidup?
Kebahagiaan?
Kesedihan?

Pikirkan apapun yang ingin kau pikirkan
Pilihlah apapun yang ingin kau pilih
Entah itu akan membawa kebahagiaan
Entah itu akan membawa kesedihan

Ini adalah hidupmu
Lakukan apa yang kau pikirkan
Lakukan apa yang kau pilih
Tapi ingatlah,
Jangan pernah kau sesali

Apapun pikiran itu dan pilihan itu
Nikmatilah hidupmu
Karena hidup ini hanya sekali, kawan
Mereka tidak akan datang dua kali


26 Agustus 2015

DANAU CINTA UNIVERSITAS AIRLANGGA

DANAU CINTA UNIVERSITAS AIRLANGGA

haii friends, hari ini kita bahas salah satu universitas negeri di Indonesia yukzz??? universitas apa nih yang mau dibahas??? wahhh kalian sudah penasaran yahhh??? oksss, kita kasih kata kuncinyanya yahh,....
Universitas ini ada di Provinsi Jawa Timur...lalu???...universitas negeri di Jawa Timur kan banyak???...oke kita tambah lagi nih kata kuncinya...Universitas lokasinya di Kota Pahlawan....Surabaya??? Yupzzz universitasnya ada di Surabaya??? Universitas apa? ITS? UNAIR? UNESA? yang mana yacchhh??? kalo yang lambangnya burung garuda??? ayooo tunggangannya dewa apa ya??? yupzzz betul tunggangannya dewa wisnu yang membawa guci yang isinya air amrta? Nah kalo udah sampai sini pasti udah pada tahu kan universitas negeri mana yang mau dibahas??? Kaliaan pinter banget, UNIVERSITAS AIRLANGGA!!!
Tapi yang mau dibahas bukan sejarah universitasnya tetapi salah satu fasilitas yang disediakan univeristas ini, yang bisa dinikmati oleh mahasiswa maupun masyarakat umum. okee tanpa basa-basi dan bertele-tele....cekiprottt yukz friends...
 
Untuk mahasiswa unair dan masyarakat sekitar kampus pasti sudah familiar dengan nama fasilitas yang disediakan tersebut, fasilitas tersebut adalah danau cinta. Danau buatan ini sering digunakan oleh mahasiswa atau masyarakat umum sebagai tempat olahraga dan untuk bersantai karena susananya yang rindang dan sejuk. danau ini tempat berada di depan rektorat universitas airlangga. Ada ikan dan angsa yang sering berjalan-jalan untuk menghibur masyarakat yang datang tempat tersebut. Di tempat ini juga ada area TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dan ada juga lambang unair dengan ukuran yang cukup besar. okeee friends ini aku kasih gambar-gambar di sekitar danau cinta...cekiproottt....
                                    







okee syudah dulu yahh perkenalan dengan danau cinta, laen kali kita ketemu lagi dengan topik-topik yang apik. Oh ya buat kalian yang jenuh, banyak pikiran dan bad mood datang aja ke danau cinta atau yang belum pernah datang ke danau cinta datang aja...^^(*saran aja sih...^^) Tetap cintai alam dan sayangi lingkungan yah... bye...bye....



FOOD TIME

FOOD TIME....!!!^^

its food time!!! siapa sih yang tidak tergoda dengan aroma makanan??? mau orang dewasa maupun anak kecil pasti tidak tahan dengan aroma wangi makanan....hmmmmm....enaknya....!!! mau di pinggir jalan, mau di rumah makan, mau di mall...makanan tetep makanan, yang sedap untuk dilihat dan dinikmati....ibaratnya nih kalau cinta itu buta...hahahaha....betul gak sih??? asal nyablak aja aku ini...hahaha....
aku mau cerita nih, bukan tempat makan baru sih, tapi aku gak tahu kapan adanya tempat itu, tapi semua orang pasti tahu tempat itu kalau datang ke plaza surabaya alias delta. baru pertama kali sih nyobain makanan di tempat itu, itupun yang ngajak temen. karena temenku pernah ke situ katanya. atas rekomendasi temen, kita, orang berempat yang suka jalan-jalan akhirnya nyobain makanan yang pernah dipesan temenku di tempat yang namanya sama...(*apa sih namanya kok gak disebut-sebutin...hahaha), ini ini aku kasih liat yachhh....cekiprottt guysss....
Namanya makanan sapo ayam, isinya kalo gak salah ada daging ayam, telur ayam, dan sayuran. 
porsinya gede and bikin kita kenyang deh apalagi yang makan cuma satu orang. tapi ini yang makan gak satu orang loh yah?! ini yang makan 4 orang!!! hahaha..(*edisi ngirit pesangon....hahaha) walaupun dibagi jadi empat...eccchhh kok dibagi sih? dimakan orang empat maksudnya...hahaha...tapi alhamdulillah perut kita orang pada kenyang. plus lagi ditambah satu porsi es yang porsinya cukuplah buat satu orang kekenyangan,. tapi lagi-lagi kita satu es porsi ini dimakan empat orang...hahaha (*kayaknya emang lagi ngirit yach,). tuh makanan dan minumannya beneran isinya banyak, gak bohong dech...hehehe...
Buat kalian-kalian yang datangnya rombongan, datangnya kesini aja porsinya cukup kok buat kalian yang datang rombongan, harganya seporsi cukuplah buat kantong-kantong kita, apalagi yang mahasiswa atau pelajar yang datangnya rombongan (*harganya bisa paroan sama teman-teman yang ikut makan....hahaha, lumayan kan bisa ngirit), rasanya sih dilidahku yang suka makan ini, lumayan kok. oksss guysss sekian dulu food timenya....kita jumpa kapan-kapan....jangan kangen sama aku yachhh...hahaha..(*pede banget banget yachhh)


20 Agustus 2015

200815


seperti batu besar yang dihancurkan oleh benda yang besar. aku tak tahu harus bagaimana semestinya aku hidup di dunia?. aku hidup di dunia ini seperti aku tak tahu tujuan dan makna dari perjalanan hidupku selama ini. kenapa dalam hidup ini seperti aku hidup tanpa dukungan orang-orang di sekitarku, aku seperti tidak dihargai oleh orang-orang di sekitarku. setiap apa yang aku lakukan kenapa semuanya terasa serba salah. setiap keputusan yang kuambil kenapa aku dianggap aku yang egois dan aku dianggap akulah pelaku kejahatannya. jika aku mengambil keputusan menurut instingku kenapa orang lain selalu memandangku aku penjahatnya? tapi jika aku mengambil keputusan dengan pemikiran orang lain hatiku merasa tak nyaman dan aku merasa bersalah pada diriku karena aku tak percaya pada diriku. sebenarnya siapa aku di keluargaku dan di keluarga besarku? apakah aku orang lain? atau apakah aku saudara kalian? aku hampir tak mengetahuinya siapa sebenarnya aku di keluarga ini? berulang kali aku meenung tapi hanya tangisan yang ada. merasa sedih saat kau tidak dihargai di kelurgamu sendiri.

8 Juli 2013

Keajaiban Otak Manusia



Otak merupakan organ yang sangat penting bagi makhluk hidup termasuk manusia.  Otak secara umum digunakan untuk menyimpan memori-memori yang ditangkap oleh indra-indra manusia. Selain itu otak manusia juga mengatur dan mengoordinasi sebagian besar aktivitas manusia mulai dari gerakan, perilaku hingga fungsi tubuh homeostatis seperti detak jantung, tekanan darah keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.  Otak memang hebat seperti komputer tapi otak lebih brilliant daripada komputer karena otaklah yang menciptakan komputer.
Sebelum lebih jauh membahas otak lebih baiknya kita mengetahui ada berapa macam sih otak itu? Secara umum otak yang kita kenal  yaitu otak kiri, otak kanan dan otak tengah. Kita sudah sering mendengar fungsi-fungsi dari otak kiri dan otak kanan tetapi mungkin kalian-kalian masih asing dengan apa itu fungsi otak tengah. Sebelum membahas otak tengah kita flashback dulunya fungsi otak kiri dan otak kanan biar kita semua mengingat kembali hebatnya otak kita....hehehe...
a.       Otak kiri
Otak kiri berada di belahan otak bagian kiri. Fungsi otak kiri adalah untuk berpikir nalar, analisis serta kemampuan berbahasa dan berhitung. Dapat dikatakan juga bahwa otak kiri bertanggung jawab terhadap IQ seseorang. Seseorang yang otak kirinya lebih dominan maka akan lebih egois, mementingkan diri sendiri, mudah iri hati dan sombong.
b.      Otak kanan
Otak kanan manusia bertanggung jawab dalam hal emosi, daya intuisi, daya kreasi, kesenian, kemempuan refleksi, daya ingat dan kepribadian. Seseorang dengan kecenderungan dominan otak kanan maka akan lebih berperasaan serta kurang memilki kemampuan manajerial.
c.       Otak tengah
Otak tengah ditinjau dari biologi, otak tengah adalah bagian otak yang terletak forebrain dan hindbrain atau terletak antara otak depan dan otak belakang. Tetapi dalam definisi lain otak tengah adalah jembatan yang menghubungkan serta menyeimbangkan antara otak kiri dan otak kanan.   Perlu diketahui pula menurut tata letaknya, otak tengah merupakan awal dari batang otak, yang fungsinya menjadi penghubung antara otak dan organ lain dalam tubuh. Otak tengah juga mengendalikan banyak fungsi penting seperti pengelihatan dan pendengaran . hal ini dikarenakan pada otak tengah terdapat tectum dan tegmentum yang fungsinya bertanggung jawab terhadap fungsi pengelihatan, pendengaran, pergerakan mata dan pergerakan tubuh lainnya.  Tau ga sih kalau otak tengah itu mengatur kejeniusan seseorang??? Menurut Genius Mind Consultancy atau singkat saja GMC berpendapat bahwa otak tengah bisa diaktifkan dengan cara komputerisasi melalui metode bermain dan mendengarkan suara. Dengan cara ini diyakini bahwa otak tengah bisa diaktifkan dan bisa mencapai angka 90%. Otak tengah diyakini dapat mengkondisikan tubuh manusia menjadi rileks dan nyaman. Sebab gelombang otak dalam kondisi alpha dan theta.

10 Mei 2013

Gunung Suci, Gunung Bromo

Gunung Bromo
Siapa yang belom pernah ke Gunung Bromo??
hayooo angkat kaki!!!
hahaha....
Yang nulis ini juga belom pernah ke salah satu tempat wisata yang sangat indah ini. hahaha.... Walaupun belom pernah ke sana tapi kehebatan ceritanya telah tersebar termasuk ke telinga saya...hehehe...
Gunung Bromo ini memiliki krtinggian sekitar memiliki ketinggian 2.392 meter dari permukaan laut. Lokasi gunung ini berdiri di Kabupaten Malang Jawa Timur. gunung Bromo merupakan salah satu gunung yang berada di Indonesia yang masih aktif. Gunung Bromo merupakan Gunung Suci Suku Tengger dan sebagian masyarakat Indonesia....
Kita kupas tuntas yukkk asal usul Gunung Bromo, check this out....

Dikutip dari sebuah kisah, Sebelum Rara Anteng dinikahi Joko Seger, banyak pria yang naksir. Maklum, kecantikannya sangat alami sebagaimana Dewi. Di antara pelamarnya, terdapat Kyai Bima, penjahat sakti. Rara Anteng tidak bisa menolak begitu saja lamaran itu. Ia menerimanya dengan syarat, Kyai Bima membuatkan lautan di atas gunung dan selesai dalam waktu semalam.
Kyai Bima menyanggupi persyaratan tersebut dan bekerja keras menggali tanah untuk membuat lautan dengan menggunakan tempurung (batok) yang bekasnya sampai sekarang menjadi Gunung Bathok, dan lautan pasir (segara wedhi) terhampar luas di sekitar puncak Gunung Bromo. Untuk mengairi lautan pasir tersebut, dibuatnya sumur raksasa, yang bekasnya sekarang menjadi kawah Gunung Bromo.
Rara Anteng cemas melihat kesaktian dan kenekatan Kyai Bima. Ia segera mencari akal untuk menggagalkan minat Kyai Bima atas dirinya. Ia pun menumbuk jagung keras-keras seolah fajar telah menyingsing, padahal masih malam. Mendengar suara orang menumbuk jagung, ayam-ayam bangun dan berkokok. Begitu pula burung. Kyai Bima terkejut. Dikira fajar telah menyingsing. Pekerjaannya belum selesai. Kyai Bima lantas meninggalkan Bukit Penanjakan. Ia meninggalkan tanda-tanda:
1.Segara Wedhi, yakni hamparan pasir di bawah Gunung Bromo
2.Gunung Batok, yakni sebuah bukit yang terletak di selatan Gunung Bromo, berbentuk seperti tempurung yang ditengkurapkan.
3.Gundukan tanah yang tersebar di daerah Tengger, yaitu: Gunung Pundak-lembu, Gunung Ringgit, Gunung Lingga. Gunung Gendera, dan lain-lain.



artikel :http://www.sylvia.web.id/2012/09/asal-usul-sejarah-gunung-bromo.html

Bakso...nyammm...nyaammm....

siapa sih yang gak tahu makanan satu???!!!
Bakso!!! Makanan yang konon berasal dari Cina ini sangat banyak peminatnya mulai dari anak kecil, orang dewasa hingga kakek nenek doyan dengann makanan yang berasal dari kata Bak yang artinya daging dan So yang artinya air atau kuah.
Sampai terkenalnya, di Indonesia ada lagunya juga lhoooooo.....!!!
Abang tukang bakso marilah kemari-kemari aku mau beli....!!!
Pasti semuanya kenal sama lau ini, ya kan????
Makanan yang diminati oleh semua kalangan ini secara umum dibuat dari daging sapi, ayam ataupun dari ikan. Tapi dengan perkembangan zaman alias tuntutan zaman bakso menjadi lebih bervariasi mulai dari bakso bakar, bakso isi keju dan bakso-bakso lainnya yang peminatnya juga lebih meningkat...
sekian dulu yach kilas balik kisah bakso....
kita bertemu di kisah selanjutnya...
bye-bye...^^

26 Januari 2013

Peninggalan Bersejarah Kerajaan Mughal



Kesultanan Mughal adalah Dinasti Islam yang terbesar dan terakhir di India. Pada tahun 1529 wilayah kekuasaan Mughal sangat luas mulai dari Turkestan sampai Teluk Bengala. Artinya daerah-daerah penting telah ada di bawah kekuasaan Mughal. Begitu pula dengan peninggalan-peninggalan sejarah yang masih bisa dinikmati oleh seluruh dunia hingga saat ini. Berbagai peninggalan sejarah berupa karya sastra dan bangunan yang terkenal salah satunya seperti Taj Mahal di Agra yang sudah terkenal hingga penjuru dunia.

Karya sastra yang dihasilkan pada masa Kerajaan Mughal yaitu karya sastra yang menunjukkan adanya kemajuan di bidang ilmu seoerti karya sastra dari Abu Fadzel dengan karyanya A’ini Akbari dan Akbar-nama.yang memaparkan sejarah kerajaan Mughal berdasarkan figur pemimpinnya. Dua kitab tersebut ditulis dalam bahasa Persia dan kini juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. Akbar adalah sosok pemimpin yang berusaha menyatukan dua kekuatan penting di India yakni Islam dan Hindu. Maka beliau terkenal dengan ajarannya Din-Illahi yang hendak dijadikan agama kerajaan. Tetapi ajaran ini tidak bisa berkembang karena para petinggi di kerajaan tersebut menolak ajaran tersebut.

Raja Jahangir juga meninggalkan karysa satra dengan menulis riwayat hidupnya dalam kitab Tzuk-i-Jahangiri. Abdul Hamid Lahori, seorang sejarawan pada masa Shah Jahan menulis riwayat hidup Shah Jahan dalam kitab Padchah Nama. Kemudian, di bidang kedokteran di antranya adalah Dara Sukhuh yang mengarang buku kedokteran Dara Sukhuh, yang merupakan ensiklopedi medis besar akhir dalam Islam. Ia juga dikenal sebagai seorang sufi pengikut Vedanta. Ilmu medis Islam terus berkembang di India sepanjang abad 12 H atau 18 M.

Selama masa kepimimpinannya sebagai Raja Mughal Sultan Akbar tidak hanya terkenal sebagai raja yang disegani karena keberaniannya dalam peperangan. Pemerintahan beliau juga meninggalkan berbagai bangunan penting seperti bangunan masjid dan istana di kota Agra. Pada tahun 1636 Sultan Shah Jahan berhasil menguasai dua kerajaan penting berhasil dikuasai yakni Ahmadnagar dan Bijabur. Pada saat perluasan kekuasaan tersebut permaisurinya Mumtaz-i-Mahal meninggal tahun 1631. Begitu cintanya pada istrinya, Shah Jahan mengenangnya dengan membuat mega proyek makam Mumtaz Mahal yang artinya mutiara istana yang dibangun tahun 1631-1648 dengan melibatkan 20.000 pekerja17. Bangunan makam tersebut dilengkapi dengan masjid dan taman dengan arsitek tinggi. Kemashurannya sampai di penjuru benua, dan saat ini merupakan salah satu keajaiban dunia.

Shah Jahan juga telah membuat rencana bangunan makam untuk dirinya yang rencananya tidak kalah indahnya dengan Mumtaz Mahal. Tetapi wasiat itu tidak dilaksanakan penggantinya Aurangzib yang tidak menyukai kemegahan bangunan.

Jenazah Shah Jahan dimakamkan berdampingan dengan istri tercintanya Mumtaz Mahal. Shah Jahan juga meninggalkan berbagai bangunan indah dan megah lainnya seperti Masjid Ja’mi, Istana Shah Jahanabad, Masjid Mutiara di Agra, Dewan di Delhi, Agra, dan Lahore merupakan kekhasan bangunan dengan kreasi tinggi perpaduan arsitek Persia dan India. Aurangzib, walaupun tidak meninggalkan bangunan sebesar masa Shah Jahan, tetapi juga membangun masjid Badshahi di Lahore dan Pearl Mosque di Delhi, walaupun kecil tetapi bernilai arsitek tinggi dan kemewahan bangunan.

Di kota Delhi Lama (Old Delhi) yaitu lokasi bekas pusat Kerajaan Mughal juga terdapat menara Qutub Minar (1199), Masjid Jami Quwwatul Islam (1197), makam Iltutmish (1235), benteng Alai Darwaza (1305), Masjid Khirki (1375), makam Nashirudin Humayun, raja Mughal ke-2 (1530-1555). Di kota Hyderabad, terdapat empat menara benteng Char Minar (1591). Di kota Jaunpur, berdiri tegak Masjid Jami Atala (1405) serta Taman-taman kreasi Mughal menonjolkan gaya campuran yang harmonis antara Asia Tengah, Persia, Timur Tengah, dan local.




Sumber yang digunakan :

http://mustaqimzone.wordpress.com/2011/01/30/kerajaan-mughal-di-india/

http://travel.kompas.com/read/2011/06/10/15050476/Mengintip.Peninggalan.Mughal.di.Agra

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/132304486/4.Pengaruh%20Islam%20di%20Asia%20Selatan.pdf

http://salwintt.wordpress.com/artikel/kisah-islami/kerajaan-mughal/

http://asa-2009.blogspot.com/2012/02/peradaban-islam-masa-dinasti-mughol.html












Review Film Confucius



Kong Qiu adalah warga yang menjabat sebagai Walikota Zhong Du dan dia adalah penganut ajaran Zhou. Karena keberhasilannya dalam menjalankan tugas sebagai walokota maka Kong Qiu diangkat sebagai Menteri Hukum untuk mengurusi urusan politik di Kerajaan Lu dan dengan diangkatnya Kong Qiu sebagai Menteri Hukum dapat menyaingi Kerajaan Qi. Dalam kehidupan sehari-harinya dia adalah seorang guru yang sangat di segani di kalangan masyarakat. Kong Qiun adalah penganut dari ajaran Zhou karena dalam waktu itu adalah masa dari Kaisar Dinasti Zhou.

Ketika dalam menjalankan tugasnya, Kong Qiu mendapatkan masalah karena telah menolong budak yang melarikan diri yang bernama Qi Sigong. Sehari kemudian dalam sebuah pertemuan Kong Qiu akan merawat anak tersebut daripada anak tersebut harus dibunuh dijadikan tumbal.

Sedangkan di Kerajaan lain yaitu Kerajaan Qi sdang meyiapkan sebuah rencana untuk mengundang Raja dari Kerajaan Lu dan Menteri barunya yaitu Kong Qiu yang sebenarnya undangan tersebut untuk menyandera Raja dari Kerajaan Lu. Sebelum mendatangi Kerajaan Qi Kong Qiu telah melakukan pengantisipasian dengan mendatangi Menteri Urusan Dalam Negeri untuk memberikan pasukannya yang berjumlah 500 kereta pasukan untuk ikut dengan Raja Lu ke Kerajaan Qi dengan melakukan pertadingan adu panah yang berada di Biyi. Dalam pertandingan ini Kong Qiu talah memenangkannya dan dia bisa meminta jendral yang memimpin pasukan tersebut untuk ikut dengan Kong Qiu tapi jendral dari pasukan tidak mau. Akhirnya Kong Qiu merencanakan rencana lain untuk pengantisipasian jika Kerajaan Qi menyerang dalam pertemuan tersebut.

Raja Kerajaan Lu dan Kong Qiu tetap datang dalam undangan tersebut dengan rencana yang telah disusun. Dalam pertemuan tersebut membicarakan sebuah negosiasi yaitu Kerajaan Qi meminta 500 kereta untuk bantuan dalam perang dan Kerajaan Lu meminta 3 kota yang telah direbut Kerajaan Qi dari Kerajaan Lu. Tetapi Kerajaan Qi tidak mau dan memulai perang tapi kemudian tidak jadi dilaksankan karena Kerajaan Lu juga telah menyiapakan 500 kerata pasukan yang sebenarnya itu hanyalah 100 pengikut Kong Qiu beserta lembunya.

Karena keberhasilannya dalam mengembalikan kota yang telah direbut oleh Kerajaan Qi maka Kong Qiu diangkat menjadi Menteri Urusan Luar Negeri di Kerajaan Lu. Di sinilah dimulainya keebncian mantan Menteri Urusan Luar Negeri karena Kong Qiu lebih dipercaya dan dimulainya pengkhianatan dan pemberontakan. Pengkhianatan tersebut dilakukan oleh salah seorang asuhan Kong Qiu yang bernama Gong Bo Liao yang telah membocorkan rencananya untuk menghancurkan tembok yang menhalangi untuk menyatukan 3 keluarga bangsawan. Setelah rencana tersebut gagal dan rencana selanjutnya juga gagal maka Kong Qiu dan pengikutnya diasingkan dan pemberontakan pun dimulai. Pengasingan tersebut dimulai saat Kong Qiu dikirimi giok terpisah.

Dalam pengasingan, Kong Qiu dan pengikutnya mengembara selama bertahun-tahun dan satu demi satu pengikutnya meninggalkan Kong Qiu karena pengikut Kong Qiu diminta untuk kembali ke Kerajaan Lu yang keadaan sedang darurat. Tetapi akhirnya Menteri Kerajaan Lu meminta untuk kembali dengan mengirimkan anaknya yang membawa giok yang tidak terpisah yang artinya Kong Qiu harus kembali. Keadaan Kerajaan Lu sedang dalam bahaya karena pemberontak sudah mendekati pintu masuk Kerajaan Lu. Setelah pengiriman tersebut akhirnya Kong Qiu mau kembali ke Kerajaan Lu bersama pengikutnya.

Arus Cina-Islam-Jawa


Relasi antara Jawa dengan Cina (Tiongkok) baik hubungan diplomatic antar kedua Negara atau kerajaan maupun kontak gadang sudahberlangsung sejak sebelum islam datang ke kawasan Cina. Hubungan ini berlanjut hingga Cina dikuasai Dinasti Ming (dalam buku Sejarah Dinasti Ming).

Menurut Ming Shi dan Ying-yai Sheng- Lan mengenai  masyarakat Cina yag bermukim di Jawa yakni orang-orang dari Kanton, Zhangzhou (Chang-chou), Quanzhou (Chuan Chou) dan kawasan Cina Selatan lain yang telah meninggalkan Cina dan menetap di pelabuhan-pelabuhan pesisir sebelah timur terutama Tuban, Gresik dan Surabaya yangtelah mendiami pesisir utara Jawa Timur pada awal abad ke-15 dan telah memeluk agama islam. Hal ini juga disebutkan dalam buku Lo Hsiang Lin yang berjudul “Islam in Cnaton in the Sung Period” bahwa orang-orng Cina telah mengenal islam sejak masa-masa paling awal dari perkembnagan agama ini yakni pada abad ke-7. Ada juga beberepa teks local yang menyebut secara ekplisit keberadaan Muslim Cina pada awal perkembangan agama islam di Jawa seperti Babad Tanah Djawi, Serat Kandaning Ringgit Purwa, Carita (Sadjarah) Lasem, Babad Cirebon, Hikayat Hasanuddin dll.

Selain babad terdapat kesaksian laintenang eksistensi Cina islam yang berupa tradisi lisan yang berkembang di masyarakat Jawa. Cerita tutor di berbagai daerah daerah pesisir Jawa yang menyebutkan bahwa adanya tokoh-tokoh Cina islam yang berperan cukup besar dalam proses islamisasi seperti Cie Wie Gwan yang merupakan tangan kanan Sulan Hadlrin sekaligus peletak dasar tradisi seni ukir di Jepara yang popular dengan Sungging Badar Duwung karena keahliannya di bidang seni ukir. Ada juga peninggalan yang menandakan adanya eksistensi Cina Islam di Jawa dengan adanya pembuktian benda-benda kepurbakalaan Islam di Jawa yang bisa disebut sebagai Sino-Javanese Muslim Culture. Ada pula ekspedisi yang mempunyai misi yang termasuk didalamnya adalah islamisasi. Ekspedisi tersebut dilakukan oleh Cheng Ho pada masa kekuasaan Dinasti Ming.

Pada abad pertengahan antara abad ke-14 sampai 16 juga telah terjadi persilangan budaya dan persimpangan niaga antarnegara sebagai akibat dari kosmopolitanisme budaya Jawa yang member tempat kepada orang asing untuk turut berpartisipasi dalam menciptakan sebuah tatanan politik-sosial-budaya. Fenomena peleburan juga tampak pada apresiasi orang Jawa atas Agama Islam yaitu dengan terserap dalam kultur jawa dan langsung kehilangan unsure keontetikannya.





Sumber Buku Arus Cina-Islam-Jawa

Fenomenologi adalah Ilmu Pengetahuan



Fenomenologi adalah ilmu (logos) pengetahuan tentang apa yang tampak (phainomenon). Fenomenologi bisa dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari yang tampak atau apa yang menampakkan diri atau fenomenon. Edmun Husserl (1859-1938) adalah pendiri aliran fenomenologi, ia telah mempengaruhi pemikiran filsafat abad ke 20. Bagi Husserl fenomena ialah realitas sendiri yang tampak, tidak ada selubung atau tirai yang memisahkan subjek dengan realitas, realitas itu sendiri yang tampak bagi subjek. Dengan keterangan ini mulai tampaklah tendensi yang terdalam dari aliran fenomenologi yang sebenarnya merupakan jiwa dan cita-cita dari semua filsafat, yaitu mendapatkan pengertian yang benar, yang menangkap realitas itu sendiri. Dengan pandangan tentang fenomena ini Husserl mengadakan semacam revolusi dalam filsafat barat. Sejak Descartes, kesadaran selalu dimengerti sebagai kesadaran tertutup atau cogito tertutup, artinya kesadaran mengenal diri sendiri dan hanya melalui jalan itu mengenal realitas. Sebaliknya Husserl berpendapat bahwa kesadaran terarah pada realitas, “kesadaran bersifat intensional” sebetulnya sama artinya dengan mengatakan realitas menampakkan diri.

Objek fenomenologi adalah fakta atau gejala, atau keadaan, kejadian, atau benda, atau realitas yang sedang menggejala. Pendekatan secara fenomenologi boleh dikatakan menolak teori. Hal ini disebabkan karena pendekatan ini lebih menekankan rasionalisme dan realitas budaya yang ada dan bisa dikatakan sejalan dengan penelitian etnografi yang menitikberatkan pandangan warga setempat, dimana realitas dipandang lebih penting dan dominan dibanding teori-teori. Fenomenologi mencoba menepis semua asumsi yang mengkontaminasi pengalaman konkret manusia. Fenomenologi menekankan upaya menggapai “hal itu sendiri” lepas dari segala presuposisi dan karena itulah disebut sebagai cara berfilsafat yang radikal.

Secara umum dapat dikatakan bahwa fenomenologi adalah cara dan bentuk berpikir, atau apa yang disebut dengan “the styie of thingking”. Biasanya dikatakan bahwa dasar pikiran itu ialah intensionalisme. Menurut Edmund Husserl sebagai salah satu tokoh filsafat fenomenologi bahwa, intention, kesengajaan mengarahkan kesadaran dan reduksi. Dalam perkembangannya, fenomenologi memang ada beberapa macam, antara lain yaitu
(a) fenomenologi Edidetik dalam linguistik,
(b) fenomenologi Ingarden dalam sastra, artinya pengertian murni ditentukan melalui penentuan gejala utama, penandaan dan pemilahan, penyaringan untuk menentukan keberadaan, penggambaran gejala (refleksi),
(c) fenomenologi transcendental. Bagi fenomenologi transendental, keberadaan realitas sebagai “objek” secara tegas ditekankan. Kesadaran aktif dalam menangkap dan merekonstruksi kesadaran terhadap suatu gejala amat penting.
(d) fenomenologi eksistnsial. Bagi fenomenologi eksitensial, penentuan pengertian dari gejala budaya semata-mata tergantung individu. Refleksi individual menjadi “guru” bagi individu itu sendiri dalam rangka menemukan kebenaran.

Folklor : Jenis dan Ciri-ciri Folklor


Folklor adalah tradisi lisan yang sudah terjadi sejak berabad-abad lamanya penyebarannya. Folklor merupakan salah satu cara untuk menelusuri jejak-jejak masa lampau atau jejak-jejak masa nenek moyang. Folklor yang terdiri dari beberapa jenis dan juga folklor juga terbagi dalam beberapa bentuk telah membuat folklor dijadikan sebagai sumber sejarah yang mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam perkembangan sejarah Indonesia. Terdapat sejarah di dalamnya yaitu berupa ingatan kolektif yang tersimpan dalam ingatan manusia yang diwariskan secara turun temurun melalui tradisi lisan.

Folklor  dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok besar berdasarkan tipenya yaitu
1. Folklor Lisan merupakan folkor yang bentuknya murni lisan, yaitu diciptakan, disebarluaskan, dan diwariskan secara lisan. Jenis tradisi lisan yang termauk dalam jenuis ini adalah Bahasa rakyat, ungkapan tradisional, pertanyaan tradisional (teka-teki), puisi rakyat, cerita prosa rakyat dan nyanyian rakyat.
2. Folklor sebagaian lisan merupakan  folklor yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan bukan lisan. Folklor ini dikenal juga sebagai fakta sosial. Tradisi lisan yang termasuk dalam jenis ini adalah kepercayaan rakyat, permainan rakyat, teater rakyat, tari rakyat, pesta rakyat dan upacara adat.
3. Folklor Bukan Lisan merupakan folklor yang bentuknya bukan lisan tetapi cara pembuatannya diajarkan secara lisan. Biasanya meninggalkan bentuk materiil(artefak). Tradisi lisan yang termasuk dalam jenis ini adalah arsitektur rakyat (seperti prasasti), kerajinan tangan rakyat, pakaian atau periasan tradisional, obat-obatan tradisional dan makanan atau minuman tradsional.

Folklor juga mempunyai fungsi dan ciri-ciri yang membuat folklor mempunyai karakteristik. Yang termasuk dalam ciri-ciri folklor yaitu
1. Penyebaran melalui lisan atau dari mulut ke mulut.
2. Folklor bersifat tradisional, tersebar di wilayah (daerah tertentu) dalam bentuk relatif tetap, disebarkan diantara kelompok tertentu dalam waktu yang cukup lama(paling sedikit 2 generasi).
3. Folklor menjadi milik bersama dari kelompok tertentu, karena pencipta pertamanya sudah tidak diketahui sehingga setiap anggota kolektif yang bersangkutan merasa memilikinya (tidak diketahui penciptanya).
4. Folklor mempunyai kegunaan dalam kehidupan bersama. Diantaranya sebagai alat pendidik, pelipur lara, protes sosial, dan proyeksi keinginan yang terpendam.
Selain ciri-ciri diatas, folklor juga mempunyai fungsi yaitu mengandung pesan moral, mempunyai bentuk atau berpola, mempunyai sifat pralogis atau ceritanya di luar logika secara umum dan bersifat lugu serta polos. 


Sumber buku : Purwadi.2009,Folklor Jawa,Pura Pustaka:Yogyakarta.

15 Juni 2012

Biografi Plato: Filosofi Yunani Klasik


Plato adalah seorang dari salah satu Filosofi Yunani Klasik. Dia dilahirkan di Athena pad tahun 427 SM. Plato berasal dari keluarga aristokrasi yang turun-temurun memegang peranan penting dalam politik Athena.
            Semula namanya adalah Aristokles. Dia diberi nama Plato karena guru senamnya yang memberikan nama itu kepadanya. Gurunya bisa memberikan nama itu karena nama itu cocok dengan postur tubuhnya yang tegap dan parasnya yang elok. Di masa remaja Plato besahabat dan berguru dengan salah satu filsof yunani yang juga tersohor, Socrates. Tapi sahabat sekaligus gurunya itu pada umur tujuh puluh tahun dihukum mati karena dituduh melakukan hal yang hina dan merusak akhlak angkatan pemuda Athena. Hukuman mati yang dijatuhkan kepada Socrates ini membuat Plato membenci pemerintahan demokratis. Karena menurut Plato Socrates adalah orang terbijaksana orang terbijaksana, terjujur, terbaik dari semua manusia yang pernah dia kenal. Setelah Socrates mati, Plato pergi meninggalkan Athena dan selama 10-12 tahun mengembara ke mana kaki membawa.
Dalam pengembaraannya ia pergi ke Megara, tempat Euklides mengajarkan filosofnya. Ada yang mengatakan ketika ia di Megara, ia mengarang beberapa dialog mengenai berbagai macam pengertian dalam masalah hidup yang berdasarkan ajaran Socrates. Dari Megara ia ke Kyrena, di mana ia memperdalam pengetahuannya tentang matematik pada seorang guru yang bernama Theodoros. Di Kyrena, ia juga mengajarkan filosofi dan mengarang buku-buku. Setelah dari Kyrena ia melanjutkan perjalanannya ke Italia Selatan lalu ke Sirakusa di Pulau Sisilia. Di sini  dia mempunyai seorang sahabat yang bernama Dionysios. Di antara mereka berdua membuat sebuah kesepakatan, agar Plato mempengaruhi Dionysios dengan ajaran filosofinya, agar tercapai suatu perbaikan sosial. Suatu hari Plato merasakan danya sebuah kesempatan untuk melaksanakan teorinya tentang pemerintahan. Menurutnya bahwa kesengsaraan di dunia tidak akan berakhir sebelum filosof menjadi raja-raja atau raja-raja menjadi filosof. Tetapi ajaran Plato yang dititikberatkan kepada pengertian moral dalam segala perbuatan yang lambat laun menjemukan Dionysios. Akhirnya karena kejenuhan ini Dionysios Plato di tuduh sabagai seseorang yang berbahaya bagi kerajaan yang dipimpin oleh Dionysios. Tetapi Plato dibebaskan oleh seorang bekas muridnya, Annikeris. 
Sekitar tahun 387 SM dia kembali ke Athena, mendirikan Akademia sebagai pusat penyelidikan ilmiah dan disekolah ini ia berusaha merealisasikan cita-citanya yaitu menjadikan filusuf-filusuf yang siap menjadi pemimpin negara. Dari Akademia munculah perguruan-perguruan yang saat ini lebih menekankan pada kajian ilmiah bukan sekedar reotrika. Ia terus mengepalai dan megajar di akademia ini hingga akhir hayatnya. Plato mengajar dengan caranya sendiri yaitu berjalan-jalan di kebun. Dalam pengajarannya itu ia juga menggunakan sistem dialog, bersoal-jawab seperti yang dilakukan oleh Socrates. Memberi uraian dan mengajar filosofi berdasarkan dialog, bersoal-jawab adalah kerja utama Plato. Hanya di waktu luang ia mencurahkan pikirannya pada karang-mengarang tentang berbagai masalah. Plato tidak pernah menikah dan tidak mempunyai anak. Kemenakannya Speusippos menggantikannya mengurus Akademia.
Semasa hidupnya Plato sudah megarang beberapa buku. Tulisan-tulisannya rata-rata hampir berbentuk dialogkarena ia percaya filsafat akan lebih baik dan teruji jika dilakukan melalui dialog dan banyak dari karya-karyanya disampaikan secara lisan di Akademia-nya. Disatu sisi ia masih mempercayai beberapa mitos yang digunakan olehnya untuk mengemukakan dugaan-dugaan mengenai hal-hal adiduniawi. Dan tentunya ia banyak dipengaruhi oleh gurunya, Sokrates dalam pemikirannya. . Jumlahnya tidak kurang dari 34 buku. Kebanyakan dari karya Plato didasarkan pada idea, cita-cita, yang tertinggi, idea kebaikan, pokok pendirian dalam dialog-dialog tidak sama semuanya. Ada yang menemukakan bahwa perbedaan-perbedaan itu karena kemauan dari kemajuan dalam alam pikiran Plato.
Ada dua pendapat yang dapat membantu dalam memahami karya Plato yang begitu banyak. Yang pertama dengan cara metodik. Cara ini dikemukakan oleh FR. Schleiermacher yang dalam pendahuluan di bukunya yang berisikan terjemahan dialog Plato dalm bahasa Jerman(804-1810 dan 1828). Schleiermacher mengatakan bahwa ketegasan kata Plato tidak dapat diketahui dari tulisannya saja. Bagian yang terbesar dari pendapatnya dilakukannya saat mengajarkan filosofinya bahwa ajaran yang dibentangkannya kepada pembacanya sudah dipahamkannya benar-benar. Mula-mula disiapkannya pembaca dengan pengetahuan yang elementer. Kemudian pembaca itu diajaknya memikirkan hal-hal itu dengan jalan dialektik sampai akhirnya pikirannya matang tentang masalah itu. Tulisan-tulisan Plato bersifat konstruktif, seperti Dialoge, Republik dan Timalos. Kedua dengan cara genetik, mengikuti perkembangannya. Cara ini dikemukakan oleh Carl Fredrich Hermann dalam bukunya”Sejarah dan Sistem Filosofi Plato”, terbit pada tahun 1839. Fredrich berpendapat bahwa tulisan-tulisan Plato dapat diikuti perkembangan pikirannya sendiri. Ia bermula dengan yang kecil dan maju sampai yang besar. Menurut Fredrich menempatkan tulisan Plato dalam empat masa, dimana tiap masa mempunyai karakteristik sendiri. Pertama, karangan-karangan yang ditulisnya dalam masa mudanya yaitu waktu Socrayes hidup dan meninggal. Buku-bukunya yang ditulis pada masa itu adalah Apologie, Kriton, Ion, Protagoras, Laches, Politeia Buku I, Lysis, Charmides dan Euthyphron. Kedua buah tangan yang ditulisnya pada masa yang dikenal”masa peralihan”. Masa itu disebut juga masa Megara,  yaitu waktu Plato tinggal sementara di situ. Dialog-dialog yang di duga di tulisnya dalam masa itu adalah Gorgias, Kratylos, Menon, Hippias dan lainnya. Ketiga di masa matangnya, tulisannya masa itu dan tersohor sepanjang masa adalah Phaidros, Symposion, Phaidon dan Politeia Buku II-X. Keempat, buku yang ditulisnya pada masa tuanya. Dialog yang dikarangnya pada masa itu adalah Theaitetos, Parmenides, Shopistos, Politikos, Philibos, Timaios, Kritias, dan Nomoi.
Dalam menjalani hidupnya Plato mempunyai pandangan seperti Socrates. Pandangan Plato ini bersifat intelektual dan rasional. Dasar ajarannya adalah mencapai budi baik. Budi menurutnya adalah tahu. Orang yang berpengetahuan denagn sendirinya berbudi baik. Oleh sebab itu di sempirnakan oleh pengetahuan dan pengertian.
Pandangan Plato bersendi pada ajarannya tentang idea. Dualisme dunia dalam teori pengetahuan di praktikkan dalam hidup. Karena kemauan seseorang bergantung kepada pendapatnya serta nilai kemauan itu terletak pada pendapat itu. Dari pengetahuan yang sebenarnya dapat dicapai dengan dialektik timbul budi yang lebih tinggi daripada yang dibawakan oleh pengetahuan dari pandangan. Jadi menurut Plato, budi terdiri dari dua macam. Pertama, budi filosofi yang timbul dari pengetahuan dengan pengertian. Kedua, budi biasa yang terbawa oleh kebiasaan orang banyak. Sikap hidup tidak muncul dari keyakinan, melainkan kepada moral orang banyak dalam kehidupan sehari-hari.
 Ajaran-ajaran yang diterangkan oleh Plato antara lain, yaitu
1.      Ajaran tentang idea-idea
Idea merupakan inti dasar dari seluruh filasaft yang diajarkan oleh Plato. Ia beranggapan bahwa idea merupakan suatu yang objektif, adanya idea terlepas dari subjek yang berfikir. Idea tidak diciptakan oleh pemikiran individu, tetapi sebaliknya pemikiran itu tergantung dari idea-idea. Dalam menerangkan idea ini Plato menerangkan dengan teori dua dunianya, yaitu dunia yang mencakup benda-benda jasmani yang disajikan pancaindera, sifat dari dunia ini tidak tetap terus berubah, dan tidak ada suatu kesempurnaan. Dunia lainnya adalah dunia idea, dan dunia idea ini semua serba tetap, sifatnya abadi dan tentunya serba sempurna.     Idea mendasari dan menyebabkan benda-benda jasmani. Hubungan antara idea dan realitas jasmani bersifat demikian rupa sehingga benda-benda jasmani tidak bisa berada tanpa pendasaran oleh idea-idea itu. Hubungan antara idea dan realitas jasmani ini melalui 3 cara. Pertama, idea hadir dalam benda-benda konkrit. Kedua, benda konkrit mengambil bagian dalam idea, disini Plato memperkenalkan partisipasi dalam filsafat. Ketiga, Idea merupakan model atau contoh bagi benda-benda konkrit. Benda-benda konkrit itu merupakan gambaran tak sempurna yang menyerupai model tersebut.
2.      Ajaran tentang jiwa
Plato menganggap bahwa jiwa meruakan pusat atau inti sari kepribadian manusia, dan pandangannya ini dipengaruhi oleh sokrates, Orfisme dan mazhab Pythagorean. Jiwa mempunyai sifat-sifat yang sama dengan idea-idea, jadi sifatnya abadi dan tidak berubah. Plato mengatakan bahwa dengan kita mengenal sesuatu benda atau apa yang ada di dunia ini sebenarnya hanyalah proses pengingatan sebab menurutnya setiap manusia sudah mempunyai pengetahuan yang dibawanya pada waktu berada di dunia idea, dan ketika manusia masuk ke dalam dunia realitas jasmani pengetahuan yang sudah ada itu hanya tinggal diingatkan saja maka Plato menganggap tugas seorang guru adalah mengingatkan muridnya tentang pengetahuan yang sebetulnya sudah lama mereka miliki.
3.      Ajaran tentang etika
Ajaran Plato tentang etika kurang lebih mengaatakan bahwa manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan hidup yang baik, dan hidup yang baik ini dapat dicapai dalam polis. Ia tetap memihak pada cita-cita Yunani kuno yaitu hidup sebagai manusia serentak juga berarti hidup dalam polis, ia menolak bahwa negara hanya berdasarkan nomos atau adat kebiasaan saja dan bukan physis atau kodrat. Plato tidak pernah ragu dalam keyakinannya bahwa manusia menurut kodratnya merupakan mahluk sosial, dengan demikian manusia menurut kdratnya hidup dalam polis atau negara.
4.      Ajaran tentang negara
Menurut Plato negara terbentuk atas dasar kepentingan yang bersifat ekonomis atau saling membutuhkan antara warganya maka terjadilah suatu spesialisasi bidang pekerjaan sebab tidak semua orang bisa mengerjakaan semua pekerjaan dalam satu waktu. Polis atau negara ini dimungkinkan adanya perkembangan wilayah karena adanya pertambahan penduduk dan kebutuhan pun bertambah sehingga memungkinkan adanya perang dalam perluasan ini. Ada tiga golongan dalam negara yang baik. Pertama, Golongan penjaga yang tidak lain adalah para filusuf yang sudah mengetahui “yang baik” dan kepemimpinan dipercayakan pada mereka. Kedua, Pembantu atau prajurit. Dan ketiga, Golongan pekerja atau petani yang menanggung kehidupan ekonomi bagi seluruh polis. Plato tidak begitu mementingkan adanya undang-undang dasar yang bersifat umum, sebab menurutnya keadaan itu terus berubah-ubah dan peraturan itu sulit disama ratakan itu semua tergantung masyarakat yang ada di polis tersebut. dapun negara yang diusulkan oleh Plato berbentuk demokrasi dengan monarki, karena jika hanya monarki maka akan terlalu banyak kelaliman, dan jika terlalu dmokrasi maka akan terlalu banyak kebebasan, sehingga perlu didadakan penggabungan, dan negara in berdasarkan pada pertanian bukan perdagangan ini dimaksudkan menghindari nasib yang terjadi di Athena.
Plato mempunyai kedudukan yang istimewa sebagai seorang filosofis. Ia pandai menyatukan puisi dan ilmu serta seni dan filosofi. Pandangan yang dalam dan abstrak dapat ia lukiskan dengan gaya bahasa yang indah. Tidak ada satu seorang filosof yang menandingi Plato dalam hal yang satu ini.



Daftar Sumber
Anonim.2008.Plato-Filosof Yunani Kuno diakses dari http://www.googlebottle.com/tokoh-dunia/plato-filosof-yunani-kuno.html  pada 7 Desember 2008.
Anonim.2009.Biografi Tokoh Dunia(Kumpulan Biografi dan Profil Para Tokoh Terkenal Dunia) diakses dari http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-plato.html
Arif.2007.Selayang Pandang tentang Plato diakses dari http://staff.blog.ui.ac.id/arif51/2008/05/06/selayang-pandang-tentang-plato/
Iriwij.2008.Paradoks Tentang Forma dalam Antagonisme Plato terhadap Seni diakses dari http://iriwij.wordpress.com/2008/07/25/paradoks-tentang-forma-dalam-antagonisme-plato-terhadap-seni/ pada 25 Juli 2008.







9 Juni 2012

Reog....reog....reog Ponorogo Cah...!!!!!


Reog adalah sendratari tradisional yang berasal dan berkembang di kabupaten ponorogo. Reog dapat segera dikenali dari irama gamelannya yang membangkitkan semangat, serta baunya yang menimbulkan rangsang & daya tarik. Biasanya pergelaran reog didukung oleh kekuatan mistik. Hal ini mengakibatkan pertunjukkannya kadang-kadang menyeramkan. Dulu  reog merupakan sebuah tarian arakan cinta raja kerajaan wengker (kini Ponorogo) yang meminang putri kilisuci anak airlangga, raja kediri. Kini reog biasa dimainkan dalam resepsi pernikahan, khitanan, atau juga untuk menyambut tamu agung. Kadang-kadang reog juga dimainkan pada perayaan-perayaan lain, misalnya pasar malam, taman hiburan, setiap minggu juga mempergelarkan reog.
Perangkat musik reog sederhana. Irama melodi anehnya berasal dari bunyi terompet khusus yang disebut salompret bernada pelog diiringi rampak ketipung, kendang, ketuk, kenong, gong serta angklung yang bernada slendro. Nada-nada sumbang yang dihasilkan, yang merupakan panduan antara laras slendro dan pelog, menghasilkan suasanan mistik, aneh, sekaligus mempesona. Iramanya yang dinamis dan bergelora sangat mudah mengundang penonton untuk berkumpul.
Pakaian pemain reog serba hitam dengan ikat kepala yang disebut udeng. Bajunya berwarna hitam, longgar, tidak bercorak dan dipakai tanpa mengaitkan kancingnya sehingga dada pemakainya tampak jelas. Celananya yang sangat longgar juga berwarna hitam : panjangnya hanya sampai di bawah lutut. Celana ini dilengkapi ikat pinggang (koloran) berwarna putih.
Reog ponorogo biasanya terbagi dalam beberapa kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok pengawal atau kelompok pembuka, kelompok dengan sikap garang dan angkuh yang terdiri atas 3 sampai 4 orang bercelana panjang longgar hitam dengan kaus bergaris merah hitam. Kelompok kedua adalah kelompok pendamping bertugas mengamankan situasi dan biasanya berada di sisi kanan kiri rombongan. Kelompok ketiga adalah kelompok penari terdiri atas pemain barongan, pemain topeng, penari kuda kepang, serta penari dan pemain cadangan. Kelompok keempat adalah kelompok pemukul gamelan yang lazimnya berada di belakang para penari terdiri atas peniup terompet, pemukul gendong dan gong, pemusik angklung, pemukul, ketuk kenong, pemukul ketipung serta 2 orang pemikul dan pemukul kempul; dan kelompok penggiring yang merupakan kelompok terbesar biasanya berada paling belakang untuk ikut menari, menyanyi dan bersorak sorai menghidupkan suasana.
Ada 3 hal yang melengkapi saat pertunjukkan reog yaitu Barongan yang melambangkan harimau dan dhadhak merak yang melambangkan burung merak, Topeng, Kuda kepang yang melambangkan binatang piaraan tunggangan manusia. Barongan dan dhadhak merak, yang selalu berpasangan sangat tenang, berwibawa meskipun angkuh. Dhadhak merak yang digunakn beratnya berkisar 50-70 kg. Biasanya barongan dilakukan oleh dua orang. Gerakan yang sering digunakan barongan saat pementasannya yaitu menggerakkan kepala belakang lalu dihentakkan ke depan (kebat), mengibaskan dhadhak ke samping (gebes), menjatuhkan diri ke tanah lalu berguling (guling), hingga melentingkan tubuhnya ke belakang hinggga kedua tanagnnya menyentuh tanah (ngayang) lalu dengan mengandalkan kekuatan dan kelenturan gigi, kembali berdiri pada posisi semula, barongan yang lain berdiri dipinggir lingkaran, kadang-kadang berjalan mengelilingi lingkar pementasan (kiter) atau menggerak-gerakkan bulu-bulu merak dengan tanagnnya (keblak), pertunjukkan barongan ini lebih merupakan pertunjukkan adu ketangkasan antara dua pembarong. Masing-masing memamerkan kekuatan dan kelenturan tubuh mereka
Topeng yang selalu dikenakan bujangganong yang pandai berakrobat menimbulkan kesan lucu dengan geraknya yang lincah. Reog ponorogo memiliki 3 wujud topeng, yakni topeng hewan, topeng manusia dan topeng raksasa. Topeng barongan adalah topeng hewan, sedangkan topeng bujangganong, topeng berwujud raksasa dengan dahi mengganong (menjorok) adalah topeng raksasa. Warna topeng raksasa ini merah tua atau hitam, matanya melotot, rambutnya panjang ke depan, serta hidungnya besar dan panjang. Yang merupakan topeng manusia adalah topeng kelono. Topeng berambut panjang ini memerankan prabu kelono sewandono.
Bila kuda kepang mulai beraksi, pertunjukan mulai menyeramkan karena unsur magisnya meskipun gaya kuda kepang ini cukup lunak dengan mimik mempesona yang memikat penonton.
 Di dalam pertunjukkan reog juga terdapat penari jathil yang terdiri atas 4 orang baik itu jathil cilik maupun jathil dewasa, penari jathil memakai pakaian bermotif parang barong, stagen berwarna merah, diselipkan sempur bewarna kuning dan merah dan ikat kepala. Penari jathil juga tak lupa memasang tahi lalat palsu di dahi. Tahi lalat yuang dipasang di dagu pada penari jathil merupakan kontruksi komunitas Reog agar telihat “cantik” atau paling tidak “manis”. Penari jathil yang ikut dalam pementasan reog ada yang berumur 11-12 dan disebut sebagai jathil cilik. Sedangkan jathil dewasa berumur 18-21. Dalam pementasannya jathil cilik menggunakan jaran kepang(eblek) dan gerakan-gerakan yang ditarikan adalah sembah, jalan nyongklang, kebyak sampur, ukel, sedangkan penari jathil dewasa tidak menggunakan jaran kepang. Pakaian yang digunakan adalah kemeja pitih mengkilat, kemeja brukat transparan dan memakai kemeja bewarna merah dengan bahan brukat.
Tari jathil sudah ada sejak zaman prasejarah yang digunakan dalam upacara pemujaan kuda (totemisme) ini dahulu dilakukan oleh hanya dua orang saja yang menunggang kuda-kudaan dari anyaman bambu. Penunggang kuda dibuat kesurupan sehingga berlaku sebagai kuda, yakni dicambuki, diberi makan rumput, makan padi dan daun-daunan lain kegemaran seekor kuda. Hadirnya roh (non material) dalam material, jiwa dalam badan jatilan merupakan simbol paradoks. Yang paradoks itu berupa bersatunya dua unsur yang saling bertentangan. Semua kehadiran dualistik ini saling membelakangi atau berhadapan hadir dalam satu kesatuan. Yang disebut “ada” itu paradoksal.
Klimaks dari setiap pertunjukkan di desa-desa yaitu pada saat adegan “terkaman” atau tubrukan antara kepala barongan dengan pantat Jathil karena adegan ini selalu disambut dengan riuh rendah teriakan dan suitan penonton. 
Dalam bukunya Sumardjo, kesenian teater tradisional, termasuk reog pada masyarakat religi asli difungsikan sebagai pemanggil kekuatan gaib, menjemput roh-roh pelindung untuk hadirdi tempat terselenggaranya pertunjukkan, memanggil roh-roh baik untuk mengusir roh-roh jahat, peringatan pada nenek moyang dengan mempertontonkan kegagahan atau kepahlawanannya, pelengkap upacara sehubungan dengan peringatan tingkat-tingkat hidup seseorang dan pelengkap upacara untuk saat-saat tertentu dalam siklus waktu. Fungsi-fungsi ini beberapa diantaranya masih akan terus hidup tetapi bila reog ini difungsikan diluar upacara, semuanya hanya mempunyai nilai profan saja.  Tarian dalam upacara ini dilakukan sebagai wujud partisipasi dalam aturan kosmos itu sehingga hidupnya menjadi otentik dan bernilai.
Berdasarkan bentuk dan konteks pementasan reog, masyarakat menyebut bentuk pertunjukkan reog malam bulan purnama dan Festival Reog Nasional (FRN) sebagai “Reog Festival” atau “Reog Kabupaten” , sedangkan jika pertunjukkan reog di desa disebut “ Reog Obyogan” atau “Reog Desa”.
Reog Festval biasanya dipentaskan dalam acara-acara resmi dan formal semacam Festival Reog Nasional (FRN), penyambutan tamu pemerintah. Sedangkan reog obyogan atau reog dea biasanya ditanggap oleh individu, keluarga atau desa dalam acara-acara khusus eperti pernikahan, khitanan, slametan atau bersih desa. Sebenarnya nama “obyogan” atau diebut juga “gambyongan” adalah sebutan bagi salah satu bagian dari pertunjukkan reog dalam tanggapan desa-desa yang menampilkan tarian dan penari Jathil secra bebas. Para jathil biasanya melepas jaran kepangnya, lalu menari dengan iringan music yang macam-macam mulai dari jaipongan hingga dangdut, melayu atau campur sari. Pada saat obyogan atau gambyongan penonton biasanya ikut berjoget dengan para penari jathil. Oleh karena itu, istilah obyogan lebih ring digunakan untuk menyebut kategori penari Jathil, sebagai oposisi dari “jathil festival” atau “jathil salon’. Dalam pentas reog reog obyogan selain barongan, penrai jathil mendapat posii sentral dalm pertunjukkan.
Berbeda dengan lagi jika reog festival dipentaskan di sebuah panggung pertunjukkan dengan level-level tertantu atau dalam pengertian sebuah panggung yang mempunyai batas-batas antara penonton dan pemain. Tidak seperti reog obyogan yang sesuai dengan situasi dan kondisi tempat pementasan.
Dalam improvisasi reog obyogan lebih spontan dalam melakukan gerakan, sedangkan reog festival melakukan gerakan standar atau gerakan yang telah ditentukan. Salah satu pembeda lagi adalah masalah sponor. Jika reog festival sponsornya adalah lembaga-lembaga formal, sedangkan reog obyogan sponsornya adalah orang yang melakukan pementasan(si penanggap). 






sumber:
1.      Fauzannafi, Muhammad Z. 2005, “Reog Ponorogo: Menari Di Antara Dominasi dan Keragaman”. Kepel Press, Yogyakarta, Januari 2005.
2.      Listiani, Wanda. 2008. Tafsir Komologis Reog Ponorogo. diakses dari http://wandalistiani.wordpress.com/2008/05/12/tafsir-kosmologis-reog-ponorogo/ pada 12 Mei 2008 pukul 3:48 pm.